Boring PT Pandan Wangi Sae

📍 [GANTI LOKASI PROYEK] · 🏢 PT. Oasis Teknik Engineering

Boring test adalah investigasi tanah dengan mengebor hingga kedalaman tertentu untuk mengambil sampel tanah, dikombinasikan dengan Standard Penetration Test (SPT) untuk mengukur kepadatan dan kekuatan tanah di setiap lapisan, mengacu pada standar resmi SNI 4153:2008.

Berikut dokumentasi pelaksanaan uji boring dan SPT untuk kebutuhan investigasi tanah pada proyek PT Pandan Wangi Sae. Tim PT. Oasis Teknik Engineering melaksanakan pengeboran dan pengambilan sampel tanah sebagai pelengkap data dari uji sondir yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Tim PT. Oasis Teknik Engineering melaksanakan uji boring dan SPT di lokasi proyek PT Pandan Wangi Sae
Pelaksanaan boring test menggunakan mesin bor di lokasi proyek PT Pandan Wangi Sae.

*Ganti src gambar di atas dengan foto dokumentasi asli.

Daftar Isi:

  1. Informasi Proyek
  2. Latar Belakang: Kenapa Boring Test Diperlukan
  3. Pelaksanaan Boring Test & SPT
  4. Data yang Dihasilkan
  5. Tindak Lanjut Setelah Boring Test
  6. Pertanyaan Seputar Boring Test & SPT

Informasi Proyek

Nama Proyek Boring Test & SPT PT Pandan Wangi Sae
Klien PT Pandan Wangi Sae
Jenis Pekerjaan Deep Boring & Standard Penetration Test (SPT)
Lokasi [GANTI LOKASI LENGKAP PROYEK]
Layanan Jasa Boring Test & SPT Tanah
Pelaksana Tim PT. Oasis Teknik Engineering

Latar Belakang: Kenapa Boring Test Diperlukan

Meskipun uji sondir mampu memberikan data perlawanan tanah secara cepat, metode ini memiliki keterbatasan pada kondisi tanah keras, berbatu, atau berkerikil tebal yang sulit ditembus alat konus. Boring test hadir sebagai metode pelengkap yang mampu mengambil sampel tanah fisik secara langsung untuk identifikasi jenis tanah yang lebih akurat.

Untuk proyek PT Pandan Wangi Sae, tim PT. Oasis Teknik Engineering melaksanakan boring test dan SPT sebagai pelengkap data dari hasil uji sondir sebelumnya, guna memberikan gambaran kondisi tanah yang lebih menyeluruh sebagai dasar perencanaan pondasi.

Pelaksanaan Boring Test & SPT

Pengeboran dilakukan menggunakan mesin bor untuk membuat lubang bor (borehole) hingga kedalaman target, sambil mengambil sampel tanah di setiap lapisan yang dilalui. Pada interval kedalaman tertentu, dilaksanakan Standard Penetration Test menggunakan tabung belah (split spoon sampler) yang dipukul dengan palu standar seberat 63,5 kg dari ketinggian 76 cm.

Jumlah pukulan yang dibutuhkan untuk menembus tanah dicatat sebagai nilai N-SPT, yang menjadi indikator kepadatan tanah pasir atau kekerasan tanah lempung pada kedalaman tersebut. Sampel tanah yang diperoleh turut dikumpulkan untuk keperluan identifikasi visual dan pengujian laboratorium lebih lanjut.

Tim teknisi PT. Oasis Teknik Engineering melaksanakan seluruh tahapan sesuai prosedur standar, mulai dari persiapan alat, pelaksanaan pemukulan bertahap, hingga pencatatan data secara sistematis di setiap interval kedalaman.

Teknisi melaksanakan Standard Penetration Test SPT di lokasi proyek PT Pandan Wangi Sae
Proses pengambilan sampel tanah dan pencatatan nilai N-SPT selama boring test berlangsung.

*Ganti src gambar di atas dengan foto dokumentasi asli.

Data yang Dihasilkan

Pelaksanaan boring test dan SPT menghasilkan beberapa data penting berikut:

1

Nilai N-SPT

Jumlah pukulan yang dibutuhkan untuk menembus tanah di setiap interval kedalaman, sebagai indikator kepadatan atau kekerasan tanah.

2

Sampel Tanah Terganggu

Sampel tanah dari tabung split spoon yang digunakan untuk identifikasi jenis tanah dan uji laboratorium dasar.

3

Profil Lapisan Tanah

Gambaran susunan lapisan tanah dari permukaan hingga kedalaman target berdasarkan hasil pengeboran.

4

Rekomendasi Jenis Pondasi

Rekomendasi jenis dan kedalaman pondasi berdasarkan kombinasi data N-SPT dan hasil uji sondir sebelumnya.

Tindak Lanjut Setelah Boring Test

Setelah pelaksanaan boring test dan SPT selesai, hasil pekerjaan akan diproses melalui beberapa tahapan berikut:

Uji laboratorium sampel tanah — Sampel tanah yang diperoleh akan diuji di laboratorium mekanika tanah untuk analisis lebih lanjut, seperti kadar air dan klasifikasi jenis tanah.

Penyusunan laporan gabungan — Hasil boring test dan SPT dikombinasikan dengan data uji sondir untuk menghasilkan laporan investigasi geoteknik yang lebih komprehensif.

Rekomendasi perencanaan pondasi — Laporan akhir mencantumkan rekomendasi jenis dan kedalaman pondasi yang sesuai untuk digunakan dalam tahap desain struktur bangunan.

Butuh Jasa Boring Test & SPT untuk Proyek Anda?

Kami menyediakan layanan boring test, SPT, dan sondir tanah dengan tim berpengalaman dan laporan sesuai standar SNI — konsultasi dulu sebelum konstruksi dimulai.

Konsultasi via WhatsApp

Pertanyaan Seputar Boring Test & SPT

Apa itu uji boring (deep boring)?

Deep boring adalah metode investigasi geoteknik dengan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu untuk mengambil sampel tanah di setiap lapisan dan mengidentifikasi jenis tanah secara visual maupun laboratorium.

Apa itu Standard Penetration Test (SPT)?

SPT adalah uji dinamis di dalam lubang bor menggunakan tabung belah yang dipukul dengan palu 63,5 kg dari ketinggian 76 cm, untuk mengevaluasi kepadatan tanah pasir atau kekerasan tanah lempung berdasarkan nilai N-SPT.

Apa perbedaan boring test dengan uji sondir?

Boring test melibatkan pengeboran fisik dan pengambilan sampel tanah langsung, sedangkan uji sondir (CPT) mengukur perlawanan tanah dengan menekan alat konus tanpa mengambil sampel tanah, keduanya sering dikombinasikan untuk hasil investigasi yang lebih lengkap.

Apa standar resmi yang mengatur uji boring dan SPT di Indonesia?

Uji SPT di Indonesia mengacu pada SNI 4153:2008 tentang Cara Uji Penetrasi Lapangan dengan SPT, sedangkan pencatatan hasil pengeboran inti mengacu pada SNI 2436:2008.

Kapan boring test lebih diperlukan dibanding sondir?

Boring test lebih diperlukan pada kondisi tanah keras atau berbatu yang tidak dapat ditembus alat sondir, serta ketika proyek membutuhkan sampel tanah fisik untuk identifikasi jenis tanah secara langsung.

Berapa lama proses boring test dan SPT berlangsung?

Durasi pelaksanaan bervariasi tergantung kedalaman target dan jumlah titik uji, umumnya membutuhkan waktu beberapa hari kerja per titik pengeboran.

Baca Juga: Proyek & Layanan Terkait

Scroll to Top