Banyak kegagalan pengeboran sumur air terjadi bukan karena alat bor yang salah, tetapi karena lokasi titik air tanah tidak dianalisis terlebih dahulu. Tanpa data bawah permukaan, pengeboran sering mengandalkan perkiraan visual yang berisiko boros biaya dan waktu.

Di sinilah peran survey geolistrik menjadi penting sebagai metode identifikasi lapisan tanah dan potensi air tanah sebelum pengeboran dilakukan. Melalui jasa geolistrik, kondisi bawah tanah dapat dipetakan secara ilmiah sehingga titik pengeboran lebih akurat dan terukur.
Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana sistem penentuan biayanya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa harga survey geolistrik per titik, serta faktor apa saja yang membuat biaya antar lokasi bisa berbeda.
Artikel ini akan membahas secara khusus rincian harga survey geolistrik per titik, termasuk faktor penentu biaya dan contoh kasus di lapangan. Pembahasan difokuskan pada estimasi dan edukasi, agar Anda memiliki gambaran biaya yang realistis sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Contents
- 1 Apa yang Dimaksud Survey Geolistrik per Titik
- 2 Faktor yang Mempengaruhi Harga Survey Geolistrik per Titik
- 3 Kisaran Harga Survey Geolistrik per Titik
- 4 Perbedaan Harga Survey Geolistrik Air Tanah dan Studi Umum
- 5 Contoh Kasus Survey Geolistrik per Titik
- 6 Kapan Survey Geolistrik per Titik Sudah Cukup?
- 7 Kesimpulan
Apa yang Dimaksud Survey Geolistrik per Titik
Survey geolistrik per titik adalah metode pengukuran kondisi bawah permukaan tanah yang dilakukan pada satu lokasi pengukuran spesifik. Tujuannya untuk mengetahui susunan lapisan tanah, kedalaman akuifer, serta potensi keberadaan air tanah sebelum dilakukan pengeboran.
Dalam praktiknya, satu titik survey mewakili satu bentangan pengukuran elektroda dengan konfigurasi tertentu. Dari satu titik ini, akan dihasilkan data resistivitas tanah yang kemudian diinterpretasikan menjadi informasi lapisan batuan, zona jenuh air, dan perkiraan kedalaman sumber air tanah.
Pendekatan per titik biasanya digunakan untuk kebutuhan yang relatif sederhana, seperti pengeboran sumur air rumah tangga, ruko, atau lahan dengan luasan terbatas. Metode ini dinilai lebih efisien karena biaya dan waktu pelaksanaan lebih terkontrol dibandingkan survey multi-titik.
Namun perlu dipahami bahwa satu titik survey tidak selalu cukup untuk semua kondisi. Pada lokasi dengan struktur tanah yang kompleks atau kebutuhan air berskala lebih besar, jumlah titik pengukuran dapat bertambah agar hasil analisis lebih akurat dan representatif.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Survey Geolistrik per Titik
Harga survey geolistrik per titik tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal. Setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda yang memengaruhi tingkat kesulitan pengukuran serta proses analisis data bawah permukaan.

Pemahaman terhadap faktor-faktor ini penting agar estimasi biaya lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan lapangan, bukan sekadar membandingkan angka harga.
-
Kedalaman Target Air Tanah
Kedalaman target air tanah menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan harga survey geolistrik per titik. Semakin dalam target yang ingin dicapai, semakin panjang bentangan elektroda yang diperlukan dalam proses pengukuran.
Bentangan yang lebih panjang berdampak pada durasi akuisisi data di lapangan. Selain itu, jumlah data yang dihasilkan juga semakin besar sehingga memerlukan waktu interpretasi yang lebih detail.
Pada beberapa lokasi, target air tanah berada di lapisan dalam dengan karakter batuan yang kompleks. Kondisi ini membuat analisis menjadi lebih menantang dan turut memengaruhi besaran biaya survey.
-
Kondisi dan Akses Lokasi
Kondisi medan dan akses menuju lokasi survey sangat memengaruhi efisiensi pekerjaan. Lokasi yang terbuka dan mudah dijangkau kendaraan akan mempercepat proses persiapan dan pengukuran.
Sebaliknya, area dengan akses terbatas seperti permukiman padat, lahan berbukit, atau lokasi tertutup bangunan membutuhkan penyesuaian metode pemasangan elektroda. Penyesuaian ini dapat menambah waktu kerja di lapangan.
Selain akses, karakter tanah seperti berbatu, berpasir, atau berlumpur juga berpengaruh terhadap kestabilan hasil pengukuran. Semakin menantang kondisi lapangan, semakin tinggi tingkat kehati-hatian yang diperlukan saat survey dilakukan.
-
Jumlah Titik Pengukuran
Jumlah titik pengukuran turut memengaruhi struktur biaya meskipun harga sering dihitung per titik. Survey dengan beberapa titik dalam satu lokasi umumnya lebih efisien dibandingkan pengerjaan satu titik di lokasi yang berbeda.
Efisiensi ini terjadi karena mobilisasi alat dan persiapan lapangan dilakukan sekali untuk beberapa titik sekaligus. Akibatnya, biaya per titik dapat menjadi lebih optimal dibandingkan survey tunggal.
-
Tujuan Survey Geolistrik
Tujuan dilakukannya survey geolistrik juga memengaruhi harga per titik. Survey yang difokuskan untuk identifikasi air tanah biasanya memiliki parameter analisis yang berbeda dengan studi pemetaan bawah permukaan secara umum.
Pada survey air tanah, interpretasi data lebih diarahkan pada identifikasi lapisan akuifer dan kedalaman potensial sumber air. Hal ini membutuhkan ketelitian tinggi agar hasilnya relevan untuk tahap pengeboran selanjutnya.
Jika tujuan survey lebih kompleks, misalnya untuk analisis struktur geologi atau studi awal eksplorasi, maka cakupan interpretasi akan lebih luas. Kondisi ini berpengaruh pada durasi pekerjaan dan besaran biaya yang dibutuhkan.
Kisaran Harga Survey Geolistrik per Titik
Harga survey geolistrik per titik umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran dan kondisi lapangan. Oleh karena itu, angka biaya tidak bersifat tunggal, melainkan berada dalam kisaran tertentu yang dapat berbeda antar lokasi.

Sebagai gambaran umum, survey geolistrik per titik untuk kebutuhan air tanah biasanya berada pada rentang biaya yang berbeda tergantung kedalaman target, jumlah titik, dan tingkat kompleksitas analisis data. Untuk mengetahui harga yang lebih akurat untuk jasa survey geolistrik, silahkan hubungi tim PT Oasis Teknik Engineering.
| Jenis Survey Geolistrik | Target Kedalaman | Kebutuhan Umum | Kisaran Harga per Titik |
|---|---|---|---|
| Survey Geolistrik Air Tanah Dangkal | ±20–40 meter | Rumah tinggal, ruko | Rp3.000.000 – Rp5.000.000 |
| Survey Geolistrik Kedalaman Menengah | ±40–80 meter | Sumur bor skala menengah | Rp5.000.000 – Rp7.500.000 |
| Survey Geolistrik Air Tanah Dalam | >80 meter | Industri, lahan luas | Rp7.500.000 – Rp12.000.000 |
| Survey Geolistrik Multi Titik | Variatif | Validasi 2–5 titik | Rp2.500.000 – Rp4.500.000 / titik |
| Survey Geolistrik Kebutuhan Khusus | Variatif | Geologi kompleks / studi awal | > Rp12.000.000 / titik |
Catatan Penting
- Harga bersifat estimasi, bukan tarif baku
- Biaya dapat berubah tergantung lokasi, akses, dan kompleksitas data
- Survey dengan beberapa titik umumnya lebih efisien per titik
Perbedaan Harga Survey Geolistrik Air Tanah dan Studi Umum
Harga survey geolistrik air tanah dan studi geolistrik umum sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang berbeda. Perbedaan inilah yang kemudian berpengaruh pada metode analisis dan kisaran biaya per titik.
Agar lebih mudah dipahami, perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
-
Fokus Tujuan Pengukuran
Pada survey geolistrik air tanah, tujuan utama pengukuran adalah mengidentifikasi lapisan akuifer yang berpotensi menjadi sumber air. Interpretasi data difokuskan pada kedalaman, ketebalan, dan karakter lapisan pembawa air.
Sementara itu, studi geolistrik umum memiliki tujuan yang lebih luas. Data digunakan untuk memahami struktur bawah permukaan secara menyeluruh, tidak terbatas pada potensi air tanah saja.
-
Cakupan Interpretasi Data
Interpretasi pada survey geolistrik air tanah cenderung lebih spesifik dan aplikatif. Hasil analisis langsung digunakan sebagai acuan teknis untuk menentukan titik dan kedalaman pengeboran sumur.
Sebaliknya, studi geolistrik umum membutuhkan interpretasi data yang lebih luas dan mendalam. Analisis dapat mencakup berbagai lapisan batuan, zona rekahan, hingga struktur geologi tertentu sesuai kebutuhan studi.
Karena cakupannya lebih besar, waktu dan tingkat ketelitian analisis pada studi umum biasanya lebih tinggi dibandingkan survey air tanah.
-
Dampak Terhadap Biaya per Titik
Survey geolistrik air tanah umumnya memiliki biaya yang lebih terukur karena parameter analisisnya jelas dan fokus. Hal ini membuat estimasi harga per titik relatif lebih mudah diprediksi.
Pada studi geolistrik umum, biaya per titik cenderung lebih tinggi karena mencakup analisis yang lebih kompleks. Variasi harga dapat terjadi tergantung tujuan studi dan kedalaman investigasi yang dibutuhkan.
-
Kesesuaian dengan Kebutuhan Lapangan
Untuk kebutuhan pengeboran sumur air, survey geolistrik air tanah biasanya sudah mencukupi. Metode ini dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan waktu pelaksanaan.
Namun, untuk kebutuhan studi awal proyek atau analisis kondisi geologi yang kompleks, studi geolistrik umum menjadi pilihan yang lebih tepat meskipun biayanya lebih tinggi.
Contoh Kasus Survey Geolistrik per Titik
Contoh kasus berikut bertujuan memberikan gambaran nyata bagaimana survey geolistrik per titik diterapkan di lapangan serta bagaimana pengaruhnya terhadap biaya dan hasil yang diperoleh. Contoh ini bersifat ilustratif dan disesuaikan dengan kondisi umum di lapangan.
-
Contoh Kasus 1: Rumah Tinggal
Pada kasus rumah tinggal, kebutuhan air biasanya difokuskan untuk pemakaian harian dengan debit yang stabil. Luas lahan relatif terbatas dan kondisi tanah cenderung homogen.
Survey geolistrik dilakukan pada satu titik untuk mengidentifikasi kedalaman akuifer potensial. Pendekatan ini dinilai cukup karena risiko variasi lapisan tanah masih dapat dikendalikan.
Hasil survey digunakan sebagai acuan penentuan kedalaman pengeboran, sehingga proses bor lebih terarah dan mengurangi risiko kegagalan.
Ringkasan Kasus (Rumah Tinggal):
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Titik | 1 titik |
| Target Kedalaman | ±30–50 meter |
| Tujuan Survey | Identifikasi akuifer air tanah |
| Estimasi Biaya | Rp3.000.000 – Rp5.000.000 |
| Manfaat Utama | Mengurangi risiko bor ulang |
-
Contoh Kasus 2: Lahan / Proyek Skala Lebih Luas
Pada lahan yang lebih luas atau kebutuhan air yang lebih besar, kondisi bawah permukaan biasanya lebih bervariasi. Perbedaan lapisan tanah antar area dapat memengaruhi keberadaan air tanah.
Survey geolistrik dilakukan pada beberapa titik untuk membandingkan hasil antar lokasi. Dengan pendekatan ini, titik pengeboran dipilih berdasarkan hasil paling potensial.
Meskipun jumlah titik lebih banyak, biaya per titik bisa menjadi lebih efisien karena pekerjaan dilakukan dalam satu rangkaian survey.
Ringkasan Kasus (Lahan / Proyek):
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Titik | 2–5 titik |
| Target Kedalaman | ±50–100 meter |
| Tujuan Survey | Validasi lokasi bor terbaik |
| Estimasi Biaya | Rp2.500.000 – Rp4.500.000 / titik |
| Manfaat Utama | Akurasi titik bor lebih tinggi |

Kapan Survey Geolistrik per Titik Sudah Cukup?
Survey geolistrik per titik dapat menjadi solusi yang efektif jika kondisi dan kebutuhan lapangan memenuhi kriteria tertentu. Untuk memudahkan pemahaman, berikut beberapa kondisi yang menunjukkan bahwa satu titik survey sudah mencukupi.
-
Kondisi Lahan Relatif Homogen
Pada lahan dengan karakter tanah yang relatif seragam, satu titik pengukuran umumnya sudah mampu merepresentasikan kondisi bawah permukaan. Variasi lapisan tanah yang tidak terlalu signifikan membuat hasil interpretasi tetap relevan untuk penentuan titik bor.
-
Kebutuhan Air Skala Kecil hingga Menengah
Survey per titik cocok untuk kebutuhan air rumah tangga, ruko, atau bangunan skala kecil. Debit air yang dibutuhkan tidak terlalu besar sehingga analisis lapisan akuifer dapat difokuskan pada satu lokasi pengukuran.
-
Target Kedalaman Masih Terjangkau
Jika target air tanah berada pada kedalaman yang masih wajar, survey satu titik dinilai cukup efisien. Bentangan elektroda dan proses analisis data dapat dilakukan tanpa perlu penambahan titik pengukuran.
-
Tidak Ada Indikasi Geologi Kompleks
Pada lokasi yang tidak menunjukkan indikasi patahan, rekahan besar, atau variasi geologi ekstrem, survey geolistrik per titik relatif aman digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengeboran.
Kesimpulan
Harga survey geolistrik per titik sangat bergantung pada kebutuhan dan kondisi lapangan. Oleh karena itu, pendekatan estimasi biaya menjadi lebih relevan dibandingkan penggunaan angka harga tunggal.
Dengan memahami faktor penentu biaya, perbedaan jenis survey, serta kondisi lapangan yang sesuai, survey geolistrik per titik dapat menjadi solusi yang efisien dan tepat sasaran.
Untuk kebutuhan yang memerlukan analisis lebih luas atau kondisi lapangan yang lebih kompleks, informasi mengenai jasa geolistrik dapat dipelajari secara terpisah agar metode survey yang digunakan benar-benar sesuai dengan tujuan proyek.
Hubungi Kami